JAKARTA – Perbedaan ideologi tidak menghalangi Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk membangun komunikasi dan saling bertukar pengalaman politik. Pertemuan pimpinan kedua partai di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (14/9/2026), dinilai memiliki arti penting bagi kehidupan demokrasi.
Wakil Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sekaligus Fungsionaris Akademi Partai Golkar (APG), Phirman Rezha, mengapresiasi pertemuan tersebut.
Menurutnya, Golkar yang memiliki tradisi nasionalis dan kekaryaan serta PKS yang berakar pada tradisi politik Islam memang memiliki karakter berbeda. Namun, keduanya memiliki kesamaan dalam memandang pentingnya kaderisasi.
“Perbedaan bukan penghalang untuk saling belajar. Keduanya sama-sama memahami bahwa kaderisasi merupakan fondasi kekuatan dan keberlanjutan partai,” ujar Phirman.
Ia menegaskan, partai politik yang kuat bukan sekadar mampu memenangkan pemilu, tetapi juga mampu menyiapkan kader berintegritas, berkapasitas, memiliki wawasan kebangsaan, dan siap memimpin.
Phirman berharap komunikasi Golkar dan PKS dapat berlanjut hingga tingkat kader muda melalui pertukaran pengalaman dalam kepemimpinan, pendidikan politik, kaderisasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Boleh berbeda pilihan politik, tetapi kepentingan bangsa harus tetap menjadi titik temu. Kaderisasi adalah investasi demokrasi,” pungkasnya.
Laporan: Ketua Tim Pewarta Indonesia
























